Merangkai Kembali - tulisan el
- Merangkai Kembali -
Karya : Dwi Maurelria Putri
Panggil saja Acha, ia adalah perempuan yang sedang duduk di bangku kelas 10 (SMA) . Dia adalah anak yang kurang kasih sayang dari sang kedua orangtua nya. Namun Acha tak pernah menceritakan hal tersebut kepada siapapun, ia tak punya tempat untuk bercerita.
Tak heran jika penampakan setiap ia pulang adalah suara suara barang pecah dan teriakan dari perselisihan antara kedua orang tuanya.
"SUDAH! Bunda Ayah, cukup! Acha mohon berhenti!" Teriak sambil menuju ke arah adik kecilnya yang menangis ketakutan dan menyuruh adiknya untuk masuk ke kamar. Acha memisahkan kedua insan yang sedang bertengkar itu. Ayah keluar dari rumah, Acha menemani Bunda dan mencoba menenangkan Bunda nya "Bunda....Mau cerita? " Ucap Acha sambil mengelus punggung sang ibunya.
Bunda memeluk anak perempuan pertamanya itu, sembari berkata "Cha, maafkan bunda ya? Bunda ingin ngobrol serius dengan Acha" , Acha menjawab "Maaf? Untuk apa bun?" Tanya nya. "Acha.. Kalau Bunda dan Ayah sudah gabisa bersama lagi, apakah Acha bersedia memilih salah satu di antara kita? Bunda ingin sekali hak asuh Acha & Al di tangan bunda. " Bunda menjelaskan secara perlahan kepada Anaknya itu. Acha hanya terdiam, merenung dan mendekap Bunda nya itu.
Sebenarnya alasan kedua orang tuanya berselisih setiap hari karena komunikasi yang kurang baik antara satu dengan yang lain dan tidak bisa saling memahami, ego mereka sama sama tinggi.
Acha pada malam itu merenungi apa yang di sampaikan oleh Bunda nya. Ia pun memikirkan rencana agar keduanya tidak jadi berpisah, Acha menemukan cara untuk memperbaiki hubungan antara keluarganya ini.
Acha dan Al mengajak Bunda dan juga Ayah untuk bertemu di taman belakang rumah.
"Ayah, Bunda ini ada kertas kalian boleh menuliskan apa saja yang saling ingin kalian sampaikan kepada satu sama lain", Acha memberi selembar kertas itu kepada Ayah dan Bunda.
Acha & Al juga ikut menuliskan tulisan di selembar kertas itu.
Isi kertas mereka seperti ini ;




Komentar
Posting Komentar